Emas Bersinar ke Level US $ 1808,52/Troy Ounce, Data Inflasi AS Negative

Emas Bersinar ke Level US $ 1808,52/Troy Ounce, Data Inflasi AS Negative

Kemilau Emas kembali terjadi dalam perdagangan market di hari kedua dalam pekan ini. Pergerakan harga Emas terjadi di market sesi Amerika, terlebih pasca rilis data inflasi yang mengecewakan. Data inflasi tersebut adalah CPI dan Core CPI AS yang dirilis negative.

Data CPI dan Core CPI Amerika di rilis mengecewakan, dimana berada jauh di bawah prediksi dan periode sebelumnya. Data CPI dirilis sebesar 0,3% berada di bawah prediksi 0,4% dan data sebelumnya sebesar 0,5%. Begitupun rilis data inti/Core CPI juga dirilis mengecewakan, dimana hanya di rilis sebesar 0,1% sedangkan prediksi 0,3% dan data sebelumnya sebesar 0,3%.

Harga Emas kembali bersinar setelah selama beberapa hari bergerak di bawah level psikologis di US $ 1800-an/troy ounce. Dalam perdagangan market Selasa kemarin, harga Emas melonjak tajam dari level terendah hariannya. Pada perdagangan market sesi Asia Emas bergerak masih dalam range terbatas diantara level US $ 1788/troy ounce hingga ke level US $ 1792/troy ounce. Pergerakan sedikit aktif tatkala market memasuki sesi Eropa dimana Emas sempat menembus level tertinggi di US $ 1793/troy ounce, sedangkan level terendahnya sempat juga menyentuh level US $ 1785/troy ounce.

Harga Emas telah mencapai level tertinggi dalam 1 minggu karena adanya pelemahan mata uang Dollar AS setelah rilis data inflasi yang negative. Pasca rilis data inflasi tersebut maka timbul keraguan di market mengenai rencana tapering Bank Sentral AS apakah akan benar di laksanakan pada tahun ini atau tidak.

Akibat dari negative nya rilis data inflasi AS ini, besar kemungkinan bahwa rencana pengumuman dilaksanakannya awal tapering yang rencana akan di agendakan saat pertemuan FOMC pada November nanti, menjadi bias. Imbas data inflasi ini bisa saja membuat The Fed akan lebih soft dalam mengambil keputusan dan kebijakannya terutama pada tingkat suku bunga yang masih akan terus di pertahankan hingga batas waktu yang panjang.

Pengaruh negative nya rilis data inflasi AS ini, selain membuat mata uang Dollar AS melemah dibandingkan beberapa mata uang utama lainnya, turut pula menyeret imbal nilai obligasi dengan tenor 10 tahun. Hal ini di manfaatkan oleh para pelaku pasar dalam mengalihkan instrument investasinya ke asset safe haven yaitu Emas.

Sinar Emas di perkirakan masih akan terjadi pada perdagangan market hari ini, namun banyak para analis mengatakan hanya dalam waktu yang sempit. Hal ini di sebabkan focus para pelaku pasar akan agenda pertemuan FOMC pada tanggal 22-23 September 2021 nanti.   

 

 

 

 

Analisa Tekhnikal GOLD (XUL)

Di prediksi Trend masih akan mencoba Bullish/naik.

 

Pivoit poin = 1797,95

 

Support 1 = 1787,39

Support 2 = 1769,97

Support 3 = 1759,41

 

 

Resistance 1 = 1815,37

Resistance 2 = 1825,93

Resistance 3 = 1843,35

 

Tetap bijak dalam trading dengan memperhatian Money Management dan Risk Management agar kelangsungan modal dan trading anda tetap berlanjut.  Happy Trading dan salam profit konsisten