Yield Obligasi AS Telah Menekan Emas dan Greenback

Yield Obligasi AS Telah Menekan Emas dan Greenback

Bias pergerakan Emas dalam perdagangan market kemarin berada dalam range yang terbatas. Memasuki hari ke empat perdagangannya di pekan ini, Emas masih tertahan dan bergerak di bawah level 1800-an. Meski sempat menyentuh level psikologis di $ US 1800,82/troy ounce, namun tidak bertahan lama dan kemudian bergerak menurun kembali hingga menyentuh level terendah di $ US 1783,71/troy ounce, dan di tutup masih di bawah level psikologis, yaitu di $ US 1790,29/troy ounce.

Penurunan Emas ini terjadi karena adanya aksi jual/profit taking yang di lakukan oleh para pelaku pasar. Penurunan Emas ini berbarengan dengan melemahnya mata uang Dollar AS. Hal ini sangat jarang terjadi, biasanya dikala mata uang Dollar AS melemah maka pergerakan Emas akan naik.

Hal ini terjadi karena para pelaku pasar lebih memilih obligasi dibandingkan dengan Emas dan Dollar AS. Seperti diketahui nilai imbal hasil obligasi (yield) pemerintah AS semenjak memasuki aweal tahun 2020 telah menjadi primadona instrument investasi para pelaku pasar. Meski yield obligasi menurun untuk tenor 30 tahun, namun sikap pelaku pasar masih wait and see akan ketetapan Bank Sentral AS mengenai rencana taperingnya.

Tekanan Emas juga terjadi karena pelemahan Dollar AS hanya bersifat sementara imbas turunnya yield obligasi pemerintah. Penggerak market pekan ini terutama untuk Emas, masih seputar rencana tapering The Fed dan hasil rilis data ekonomi NFP pekan lalu.

Kondisi mata uang Dollar AS masih berada pada range stabil meski sempat melemah karena turunnya yield obligasi meskipun nilai yield obligasi beberapa hari lalu sempat bergerak naik cukup tinggi. Disisi lain pemerintah AS telah menyiapkan anggaran sebesar $ US 120 Miliar untuk pembelian obligasi bulanan yang rencananya akan di gunakan pada pekan ini.

Pandangan dan pernyataan ketua Bank Sentral negara bagian AS juga turut menggerakan Emass serta Dollar AS. Dimana pernyataan tersebut diantaranya adalah presiden Federal Reserved negara bagian Chicago “Charles Evans” mengatakan bahwa kondisi perekonomian Amerika saat ini masih belum keluar dari keterpurukannya, meskipun roda penggerak ekonomi terus di jalankan dan pelaksanaan vaksinasi terus digalakkan, beliau menambahkan bahwa tantangan dan hambatan kedepannya akan tetap ada, termasuk masalah rantai pasokan atau pendistribusian bahan pokok dan hambatan pasar tenaga kerja lainnya.

Gubernur The Fed lainnya, yaitu “Michelle Bowman” mengatakan bahwa rilis data ketenagakerjaan pekan kemarin dipandang tidak akan mampu menahan rencana Bank Sentral AS untuk memulai taperingnya pada akhir tahun ini . Tapering tersebut adalah akan memotong senilai $ US 120 Miliar/bulan yang digunakan untuk pembelian obligasi pemerintah.

  

 

Analisa Tekhnikal GOLD (XUL)

Di prediksi Trend masih akan Bearish/turun.

 

Pivoit poin = 1792,94

 

Support 1 = 1785,06

Support 2 = 1775,83

Support 3 = 1767,95

 

 

Resistance 1 = 1802,17

Resistance 2 = 1810,05

Resistance 3 = 1819,28

 

Tetap bijak dalam trading dengan memperhatian Money Management dan Risk Management agar kelangsungan modal dan trading anda tetap berlanjut.  Happy Trading dan salam profit konsisten